10 HUKUM TAURAT MUSA

Selasa, 17 Januari 20123komentar

Banyak pihak muslim yg ingin memaksakan bhw di Quran juga ada, terbukti saat De5ku menanyakan 10 Hukum Taurat kpd ustad/ulama, rata2 jawaban mreka ambil dari ayat pemanis yg lompat2 dan sangat lucu.., krn ditulis dlm ayat2 yg berbeda termasuk situasi dan waktunya (bukan urutan 10 Hukum yg Allah brikan kpd Musa di Gunung Sinai).

Tidak terdapat sedikitpun kata "10 HUKUM TAURAT MUSA" di Quran disebut.
Hehehe.., kalau cuman ngomong comot sana-sini siapa aja bisa tapi mreka tdk sadar perlakuan itu membuka aib bagi Quran sendiri.


10 Hukum Taurad adalah bukti goresan nyata tangan Allah di atas dua buah kepingan batu yg diberikanNya kpd Musa di gunung Sinai, prinsip2 10 perintah yg ada di kitab Keluaran 20 : 1-17 adalah sbb:
1. Jangan Menyekutukan Allah dng Sesuatu pun (ayat 3), muslim mendalil dari [Qs. Al-hasyr 23]
2. Jangan menyembah berhala (ayat 4, 5), muslim mendalil dari [Qs.Al-Baqarah 22]
3. Jangan menyebut nama Tuhan sembarangan (ayat 7), muslim mendalil dari [Qs. An-nisaa 116]
4. Memuliakan hari Sabtu (ayat 8), muslim mendalil dari [Qs. Al Jumu’ah 9]
5. Muliakan Ayah Ibu (ayat 12), muslim mendalil dari [Qs. Al-Israa’ 23]
6. Jangan membunuh (ayat 13), muslim mendalil dari [29. [287]]
7. Jangan berzinah (ayat 14), muslim mendalil dari [Qs. An Nuur 3]
8. Jangan mencuri (ayat 15), muslim mendalil dari [Qs. Al-Maa’idah 38]
9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu (ayat 16), muslim mendalil dari [Qs. At Taubah 42]
10.Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki2, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yg dipunyai sesamamu. (ayat 17) [Qs.Al-Baqarah 180]
 
Yg ingin saya tanyakan, apakah hukum taurat itu berlaku juga dlm aturan kehidupan muslim..?
Adakah muslim yg berani menjawab..?
 
Menurut Islam, orang yang beriman adalah mereka yang percaya kepada Allah sebagai Tuhan, dan Muhammad sebagai utusan-Nya. Diluar itu orang-orang disebut kafir.

Perlakuan hukum Islam terhadap orang kafir tidak pernah sebagai sesama ciptaan Allah yang bejat bermartabat, melainkan diposisikan sebagai makhluk yang seyogyanya disingkirkan dengan kekerasan, teror, bahkan pembunuhan.
Pada waktu islam masih lemah, mereka menyuarakan ayat2 Allah yg lembut sekali..

"Tidak ada paksaan dalam beragama Islam".
"Bagi kamu agama kamu dan bagiku agamaku" (QS 2:256 dan 109:6).

Seakan-akan islam adalah agama yg penuh kasih sayang dan amat bertoleransi dan cinta damai terhadap pemeluk-pemeluk agama non-Islam. Tetapi cepat atau lambat, begitu jml pemeluk islam mulai berkembang maka suara merekapun akan menggelegar... Segera tampak mereka tidak mampu lebih lama menyembunyikan kekerasan dan pedang yg ditujukan kepada orang-orang yg dianggaap kafir.

Namun Quran mulai mewahyukan belangnya di ayat: [QS 47:4]
"Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir, maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yg gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka"

Thdp orang2 Nasrani, kini mereka berbalik (mengkontradiksikan dirinya sesuai dengan kontradiksi ayat Allah) dengan terang-terangan mengkafirkan mereka: "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yg berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih puter Maryam", padahal Al-Masih sendiri) berkata :"Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" (QS 5:72,73, dll. )

Pengkafiran dan kebencian ini tak pernah surut. Saat ini tidak ada satu gerejapun di Arab Saudi; padahal di zaman Muhammad ketika ia bermusuhan dengan suku Quraisy, dia mencari dukungan dari orang Yahudi dan Nasrani.
Tetapi waktu pengikutnya sudah banyak maka mereka tak segan-segan membunuhi orang Yahudi dan Nasrani.

Betapa gawatnya wahyu Allah yg mendorong-dorong pembunuhan terhadap para kafir/musyrikin dapat disaksikan dalam ratusan wahyuNya. Dan untuk menetralkan kegelisahan pembunuhan massif itu, Allah mengambil tanggung jawab pembunuhan itu kedalam tanganNya sendiri: "... maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengitaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan.."(QS 9:5).

"Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketekutan (teror) ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka ... Maka bukan kamu yg membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yg membunuh mereka (QS 8:12;17).
Berpuluh-puluh ayat pedang yg senada bisa ditemukan di Quran, antara lain : QS 8:60; 9:14; 5:33; 9:73; 9:29; 48:29; 4:74; 2:154; 2:190-191;9:38; 9:41;4:76 dll

Dan biasanya para junjungan nabi Arab akan berdalih atau melakukan pembenaran bahwa ayat2 kejam tersebut adalah ayat perang, namun dlm ayat anti kafir tsb termasuk sgt mempengaruhi pikiran umat utk mudah curiga, dengki,  emosi dan suasana hati yg mudah ingin berperang..
Share this article :

+ komentar + 3 komentar

17 Januari 2012 16.48

Mungkin krn Quran berisi kontradiksi thdp hukum taurat, maka mohammad mengklaim kitab taurat sudah dipalsukan.

Kontradiksi yg nyata adalah :
- Hukum kedua menyatakan tak boleh membuat bentuk apapun untuk disembah, kenyataannya muslim nyembah2 kotak kabah.

- Hukum ketiga menyatakan jangan menyebut nama tuhan dengan sembarangan, kok malah muslim mengenal 99 nama tuhan, benar2 sembarangan deh.

- Hukum ke empat kuduskan hari sabat, itu adalah hari ke 7 setelah 6 hari tuhan bekerja menciptakan langit dan bumi, antara protestan dan pentakosta ada sedikit persepsi tentang hari sabat, yaitu antara sabtu atau minggu, ini bisa dimengerti dan masuk akal, yang satu menganggap hari pertama adalah minggu, satunya menganggap hari pertama adalah senin; tetapi di islam, sungguh tak masuk akal, hari sabatnya adalah jumat, sungguh pemikiran miring kalau menganggap hari pertamanya adalah sabtu.

- Hukum ke lima hormati ayah dan ibu, di islam ada perbedaan penghormatan, jauh lebih menitik beratkan pada penghormatan ibu.

- Hukum ke enam jangan membunuh, islam jelas mengijinkan bahkan untuk kasus tertentu menganjurkan pembunuhan.

- Hukum ke tujuh jangan berzinah, dengan diijinkannya poligami, sudah pasti muslim diijinkan berzinah, karena semua poligami pasti diawali oleh perzinahan.

- Hukum ke sepuluh jangan mengingini istri dan harta sesamamu, ini jelas sekali semua orang tahu, mohammadlah pelopornya mengingini istri anak angkatnya.

Itulah sebabnya knapa Quran ngotot mengatakan kitab taurat sudah dipalsukan, krn hukum2 taurat mutlak dilanggar oleh mohammad.

Nabi Arab ini emang keangetan dehh, memutar baikkan fakta, sudah melanggar, justru menuduh yg asli sbagai palsu sembari tak bisa menunjukkan yang asli menurut dia.

17 Januari 2012 17.15

elu coba bantah kelakuan pionir teroris yg namanya muhammad

gua kasih dp ya....

Hadis Sahih Bukhari, Vol. IV, bab 88:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar bahwa sang Nabi berkata,”Mata pencaharianku ada di bawah bayangan tombakku, (1) dan dia yang tidak menaati perintahku akan dihinakan dengan membayar Jizya.”

buset nabi kok profesinya rampok?, nabi bukannya bilit tobat perampok?


Hadis Sahih Muslim, Book 004, Number 1066:
Abu Huraira melaporkan: Rasul Allah berkata aku telah dibantu teror (dalam hati musuhnya); aku telah menerima firman2 yang pendek tapi jelas artinya, dan ketika aku tidur aku diberikan kunci2 harta benda dunia yang diletakkan di tanganku.

tidur aja masih mikirin harta duniawi, emang ngga cukup buat di bawa ke syurga, ini nih akhlak insan sempurna?

Oiy.. jangan lupa komentarnya ya...

Anonim
25 Januari 2012 19.52

Dlm Injil ber-kali2 diberitahu bhw:
”Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus” (Yes.45:19),”Tuhan yg tidak berdusta” dan ”Allah tidak mungkin berdusta” (Titus1:2; Ibr6:18).

Tapi anehnya Allah Islam yg Maha Baik bisa menciptakan ketidak-baikan, misalnya manusia diciptakan dalam keadaan susah-payah (Qs 90:4). Karena alasan tertentu Allah juga bisa menjuluki diriNya sebagai sebesar-besar/sebaik-baik penipu daya (QS 3:54,8:30, silahkan baca bahasa dan istilah aslinya).
Dan Allah ini dengan alasan tersendiri, diam-diam menyesatkan semua orang ketika Ia menggantikan Isa Al-Masih yg hendak disalibkan itu dgn seorang Isa-Isa-an yg tidak pernah diketahui identitasnya dan alasannya.

Dengan sejumlah perbedaan hakiki antara sifat Allah Al-Quran dengan Tuhan Alkitab, maka dapat disimpulkan dengan mudah bahwa kedua Tuhan ini sungguh jauh dari sama, bak siang dengan malam.

Tidak benar seruan Nabi yg berkata: “Tuhanmu dan Tuhanku satu adanya”, yg namun kelak diralatnya sendiri menjadi: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yg berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam" (Qs.5:72).

Dalam pernyataan di Injil bhw Yesus/Isa sama dgn Allah:
Kamu menyebut Aku (YESUS/Isa) Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. (Yohanes 13:13)

Tapi Quran via Muhammad menyesatkan dgn pernyataan:
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yg tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yg kelak berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yg mereka katakan itu, pasti orang-orang yg kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yg pedih. (QS. 5:73)

Di sisi lain menyatakan bhw arwah Muhammad masih menunggu Hakim yg Adil utk masuk ke Surga, hal ini umat muslim termasuk nasrani pun mempercayainya:
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)

Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (Yohanes 11:25)

Sampai pada akhirnya karena bingung dengan pernyataan di atas, utk mempermudah penyesatan kitab2 terdahulu maka Muhammad menyisipkan pernyataan sesuai dengan Qs 6:34 “Tak ada seorangpun yang dapat mengubah kalimat-kalimat Allah.“
Tetapi bila Allah yang maha kuasa dapat menjaga wahyu Al-Quran, apakah Ia tidak berkuasa menjaga wahyu sebelumnya, yaitu kitab Injil?

Ujung2nya Al-Quran menuai kontradiksi dlm misi agama dari arab yg di ciptakan oleh mantan pedagang ini:
Yang cukup membingungkan byk pihak adalah, adanya kontradiksi antara Qs 6:34 tadi dgn Qs 2:106, “Apa saja ayat yang Kami naskahkan atau Kami jadikan lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya.“ Jika demikian, manakah ayat berikut ini yang merupakan pesan Allah: Qs 2:256 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam),” atau Qs 8:39 “Dan perangilah mereka supaya jangan ada (fitnah) dan supaya agama itu semata-mata bagi Allah.“?

Wassalam,
Staff Isa Al-Masih

Poskan Komentar